Showing posts with label kue khas karo. Show all posts
Showing posts with label kue khas karo. Show all posts

Friday, July 12, 2013

Cimpa Tuang, Snack Sehat Ala Suku Karo

Cimpa Tuang adalah salah satu makanan khas dari daerah Tanah karo. Rasanya gurih dan manis. Cimpa biasanya di hidangkan pada saat Kerja Tahun ( pesta kampung ) yang dirayakan setiap tahun. Ada lima jenis cimpa yaitu, cimpa tuang, cimpa gulame, cimpa bicara siang (matah), cimpa unung-unung, cimpa lepat. Kue khas Suku Karo ini biasa di sajikan bila ada acara besar, misalnya acara memasuki rumah baru,acara perkawinan, acara nujuh bulanan, acara kebaktian rumah tangga dsb.  Sehingga Cimpa ini bisa disebut juga kue yang bisa kita dapat dan nikmati kala ada acara spesial, atau acara besar lainya, maka bisa dikatakan Cimpa merupakan salah satu makanan tradisonal Karo.   Bahan bahannya sederhana dan gampang di cari, Cuma agak lama masaknya karena dimasak sedikit sedikit ( capek berdirinya ).

Bahan yang diperlukan:

  • 1 kg tepung beras
  • 1 kg gula aren di iris halus
  • 1 buah kelapa
  • Garam sedikit

Cara mambuat:

  1. Tepung beras diencerkan dengan santan kelapa dan gula aren yang sudah di iris halus sehingga menjadi adonan yang kental.
  2. Kemudian ditambah dengan sedikit garam
  3. Siapkan wajan yang agak tebal, sebaiknya yang tidak lengket (teflon).
  4. Olesi sedikit minyak goreng setelah wajan panas.
  5. Masukkan adonan ± 1 sendok sayur, tutup sampai mengering kemudian dibalik, dimasak sampai matang di atas api kecil.

Cimpa Tuang ini cocok sekali untuk menu anak sehat karena free gluten dan bisa jadi variasi makanan sehat untuk anak, Natan suka meskipun pertamanya susah untuk di suruh mencoba makan, setelah di coba ketagihan deh…Meski ini makanan tradisonal Suku Karo tapi siapa saja bisa mencobanya.

Cimpa, Kue Khas Suku Karo

Masyarakat karo memiliki banyak sekali kerja-kerja adat yang dimana antara lain kerja-kerja adat itu adalah Kerja Tahun atau merdang-merdang, pernikahan, kematian dan lainya. Selain itu masyarakat Karo juga mempunyai makanan, dimana makanan tersebut adalah cimpa. Cimpa adalah salah satu makanan yang sangat penting dan harus ada di setiap pelaksanaan kerja-kerja adat Suku Karo seperti pesta adat pernikahan, kerja tahun atau merdang-merdang dan kerja adat kematian, apabila dalam suatu kerja-kerja adat di dalam masyrakat karo itu tidak ada cimpa, maka kerja adat-adat itu rasanya ada yang kurang.
Cimpa sendiri merupakan suatu makanan yang sangat gampang dibuatnya, dan juga tidak memerlukan banyak bahan-bahan masakan, dimana cimpa itu terbuat dari adonan sagu atau tepung yang diisi dengan campuran kelapa dan gula merah atau yang disebut dengan inti, dan dibungkus dengan daun pisang ataupun daun palma. Cimpa itu sendiri terbagi atas tiga jenis yaitu cimpa unung, cimpa tuang dan cimpa matah, dimana yang menjadi perbedaan diantara jenis-jeins cimpa itu hanya cara pembuatannya saja, dan juga pembuatan cimpa itu sendiri terhitung sangat mudah. Dalam pembuatan cimpa unung, semua bahan seperti terigu atau tepung, telur, kalapa, dan gula merah diampur menjadi satu adonan, lalu digoreng diatas panci yang sudah diolesi daging lemak sapi. Sedangkan dalam pembuatan cimpa unung, sagu atau tepung ketan dicampur dengan air sedikit inolah yang merupakan namnya adonan, lalu diisi dengan sedikit campuran dari kelapa dan gula merah atau sering disebut dengan inti. Setelah adonan tadi diisi dengan inti, lalu dibungkus dengan daun pisang ataupun daun palma, dan dikukus dengan kukusan sekitar 20 sampai 30 menit.

Pada awalanya pembuataan cimpa hanya dilakukan pada saat acara kerja tahun atau merdang-merdang saja, dimana pembuataan cimpa dilakukan pada hari ke enam pada saat kerja tahun atau merdang-merdang dan disediakan di setiap rumah-rumah yang ada disuatu kampong yang sedang melaksanakan kerja Tahun. Tetapi pada saat ini, disetiap kerja-kerja adat Karo selalu disediakan cimpa yang berfungsi sebagai makanan penghidang setelah acara makan-makan telah selesai.

Dari maka itu, cimpa merupakan salah satu makanan yang sangat penting dalam kerja-kerja adat masyarakat Karo.

Tuesday, January 17, 2012

Labar (Cimpa Jagung), Kue Khas Karo

        Jong labar adalah makanan khas suku tradisional dari tanah Karo simalem sebuah daerah yang berhawa dingin dengan suhu kira-kira 16-17 celcius yang berada didataran tinggi karo. Jong dalam bahasa indonesia berarti "jagung". jong labar terbuat campuran tepung dan jagung yang ditumbuk halus yang diberi lada dan garam kemudian dibalut dengan daun pisang dan dikukus hingga matang.


Jong / Jaung = Jagung
Jong / Jaung Labar = Kue berbahan jagung yang dibungkus daun  dan di kukus
RESEP Jaung Labar / Jong Labar / Jagung Labar

Bahan :
1/2 Kg Jagung manis yang sudah di parut / diiris dari bongkolnya / jagung yang telah dihaluskan (jangan di blender)
1/4 Kg Kelapa Parut Setengah Tua (1 buah kelapa ukuran kecil yang telah diparut)
1/4 Kg Gula Merah / Gula Aren yang telah diiris-iris halus (manis sesuaikan dengan selera)
1/4 sendok Teh Garam
1/4 sendok Teh Lada Hitam  yang telah dihaluskan (boleh diberi-boleh tidak, sesuai selera, tetapi lebih lezat jika ditambahkan lada hitam)
Daun Pisang Untuk membungkus





Cara Membuat
Aduk semua bahan sampai merata
Sendokkan bahan ke Daun Pisang
Bungkus di daun pisang dengan bentuk persegi panjang dan kedua ujungnya dilipatkan
Kukus kurang lebih 30 Menit atau lebih sampai matang
Siap Disajikan
Hasil dari 1/2 Kg Jagung halus kurang lebih 25 sampai 30 bungkus
Silahkan dicoba, saya yakin rasanya sangat maknyussss dan ga nyesel dehhh
Tidak ada kata terlambat untuk belajar membuat kue, heheheeh  bahannya gampang, membuatnya gampang