Showing posts with label menu and veneu. Show all posts
Showing posts with label menu and veneu. Show all posts

Friday, July 12, 2013

Gule Kuta-kuta, Gulainya Orang Karo

Salah satu masakan khas tradisonal Karo, semacam gulai ayam (biasanya yang dipakai adalah ayam kampung). Masakan ini sering dihidangkan pada saat acara-acara yang berbau adat entah itu pesta perkawinan, kematian atau yang lainnya. Bumbu dasarnya sama saja dengan bumbu gulai yang lainnya, tetapi yang special karena ditambah dengan asam patikala/cekala (buahnya kecombrang). Berikut ini adalah resep dari "gule Kuta-kuta", bagi yang tertarik bisa dipraktekan dirumah ya ^_^

Resepnya:

  • 1 kg ayam kampung , dibakar sebentar
  • 1/2 kg kentang, potong bagi empat
  • 2 buah honje, diiris tipis2
  • 3 buah serai digeprek
  • 5 buah asam patikala, digeprek
  • 500 ml santan kental
  • 500 ml air
  • Garam
  • 1 batang daun prei

Bumbu Halus:

  • 1/2 ons cabe rawit (kalo tidak suka pedas, bisa dikurangi)
  • 10 buah cabe merah
  • 10 buah bawang merah 
  • 5 buah bawang putih
  • 1/2 ruas lengkuas (kurleb 5-7 cm)
  • 1 ruas jari kunyit (kurleb 2-3 cm)

Cara Membuat:
1. Masukkan bumbu halus ke dalam air beserta serai dan asam patikala, serta ayam. Masak hingga ayam lunak.
2. Masukkan kentang, masak sampai lunak, kemudian masukkan irisan honje dilanjutkan dengan santan.
3. Aduk agar santan tidak pecah dan masak, masukkan garam secukupnya.
4. taburkan daun prei yang telah dipotong kasar.

Tasak Telu, Makanan Tradisional Karo

Kota Berastagi, Kabupaten Tanah Karo dengan pemandangan alam yang indah dan suhu dingin, ternyata tak hanya menjanjikan kenikmatan mata. Berbagai ciri khas kota wisata ini memang tak pernah membosankan untuk dinikmati. Selain sebagai objek wisata kota, kota Berastagi dengan penduduk mayoritas suku Karo ini ternayata juga memiliki kekayaan kuliner khas, salah satunya Tasak Telu. Tak banyak yang mengenal Tasak Telu, makanan tradisional Karo yang biasanya hanya bisa dinikmati untuk acara adat tertentu. Kini, Tasak Telu mulai menjadi menu khusus di warung nasi kawasan kota Brastagi dan Kabupaten Karo.

 Warung makan Neo Cica di Simpang Raya, Kecamatan Berastagi adalah salah satu warung Tasak Telu
yang cukup terkenal di kota Berastagi. Lokasinya sederhana, hanya menggunakan dinding tepas dan makan lesehan. Tapi setiap harinya, warung Mbore Tarigan ini selalu dipenuhi pelanggan.
.Tasak Telu dalam bahasa Karo berarti masakan tiga jenis. Yakni ayam buras rebus dengan bumbu khusus, cepera atau kuah ayam yang dicampur jagung gongseng dan sambah getah yakni sambal khas Karo dari cabe rawit/kincong, jeruk nipis dan sedikit darah ayam.

Bahannya :
1. 1 ekor ayam kampung, diambil dagingnya, hati dan rempela
2. Daun Singkong ( 2 ikat / sesuai selera )
3. Kelapa yang muda ( ½ butir di parut )
4. Cabe rawit ( ½ ons / sesuai selera )
5. Jahe ( 1 ruas jari ) di keprek
6. Lengkuas ( 1 ibu jari ) dikeprek
7. Daun jeruk ( 5 helai )
8. Sereh ( 2 batang ) di keprek
9. Bawang putih ( 2 siung )
10. Jeruk nipis ( 2 buah/ sesuai selera )
11. Darah ayam

Cara membuat :
1. Rebus ayam, hati, rempela, dan usus ususnya kasih garam, sereh, jahe, lengkuas, daun jeruk sampai matang, biar tidak bau amis.
2. Sesudah matang ayam diambil dagingnya, hati, rempela dan usus di cincang.
3. Daun singkong di rebus sampai matang lalu di cincang halus.
4. Cabe rawit diulek sampai halus sama bawang putih, jika sudah halus di kasih air jeruk nipis dan daun jeruknya, dimasak dengan darahnya lalu diberi garam secukupnya dan di rasakan (intinya disini, enak apa tidaknya tergantung di bumbunya ini).
5. Kelapa yang sudah di parut di gongseng sebentar biar jangan cepat basi. ( jangan terlalu kering)
6. Di satukan dalam 1 wadah daging, daun singkong dan kelapanya lalu di aduk rata trus cincang lagi semuanya biar rata lalu di campurkan dengan darah lalu di aduk semuanya sampai merata.
Tasak telu daun singkong dan ayam ini siap di hidang kan dan di nikmati bersama, jika ada lemang lemang ayam akan tambah nikmat sehingga tidak terasa sudah 3 X tambah……hemmmmm…nikmat.

Catatan : Tasak Telu merupakan masakah khas Karo yang berarti “masak tiga” atau “tiga masakan” yang terdiri dari masakan ayam rebus yang dicampur dengan, darah ayam, daun singkong dan kelapa. Air rebusannya bisa disajikan sebagai kuah atau sup. Dalam Bahasa Karo, darah disebut dengan istilah “getah”.

Cimpa, Kue Khas Suku Karo

Masyarakat karo memiliki banyak sekali kerja-kerja adat yang dimana antara lain kerja-kerja adat itu adalah Kerja Tahun atau merdang-merdang, pernikahan, kematian dan lainya. Selain itu masyarakat Karo juga mempunyai makanan, dimana makanan tersebut adalah cimpa. Cimpa adalah salah satu makanan yang sangat penting dan harus ada di setiap pelaksanaan kerja-kerja adat Suku Karo seperti pesta adat pernikahan, kerja tahun atau merdang-merdang dan kerja adat kematian, apabila dalam suatu kerja-kerja adat di dalam masyrakat karo itu tidak ada cimpa, maka kerja adat-adat itu rasanya ada yang kurang.
Cimpa sendiri merupakan suatu makanan yang sangat gampang dibuatnya, dan juga tidak memerlukan banyak bahan-bahan masakan, dimana cimpa itu terbuat dari adonan sagu atau tepung yang diisi dengan campuran kelapa dan gula merah atau yang disebut dengan inti, dan dibungkus dengan daun pisang ataupun daun palma. Cimpa itu sendiri terbagi atas tiga jenis yaitu cimpa unung, cimpa tuang dan cimpa matah, dimana yang menjadi perbedaan diantara jenis-jeins cimpa itu hanya cara pembuatannya saja, dan juga pembuatan cimpa itu sendiri terhitung sangat mudah. Dalam pembuatan cimpa unung, semua bahan seperti terigu atau tepung, telur, kalapa, dan gula merah diampur menjadi satu adonan, lalu digoreng diatas panci yang sudah diolesi daging lemak sapi. Sedangkan dalam pembuatan cimpa unung, sagu atau tepung ketan dicampur dengan air sedikit inolah yang merupakan namnya adonan, lalu diisi dengan sedikit campuran dari kelapa dan gula merah atau sering disebut dengan inti. Setelah adonan tadi diisi dengan inti, lalu dibungkus dengan daun pisang ataupun daun palma, dan dikukus dengan kukusan sekitar 20 sampai 30 menit.

Pada awalanya pembuataan cimpa hanya dilakukan pada saat acara kerja tahun atau merdang-merdang saja, dimana pembuataan cimpa dilakukan pada hari ke enam pada saat kerja tahun atau merdang-merdang dan disediakan di setiap rumah-rumah yang ada disuatu kampong yang sedang melaksanakan kerja Tahun. Tetapi pada saat ini, disetiap kerja-kerja adat Karo selalu disediakan cimpa yang berfungsi sebagai makanan penghidang setelah acara makan-makan telah selesai.

Dari maka itu, cimpa merupakan salah satu makanan yang sangat penting dalam kerja-kerja adat masyarakat Karo.

Friday, January 20, 2012

makyuss, Lomok-lomok Makanan Khas Karo

Pernahkan anda mencoba lomok-lomok, jika belom maka disayangkan. Mengapa demikian karena anda telah melewatkan salah satu makanan khas karo yang sangat enak selain BPK. Apakah itu Lomok-lomok?? lomok-lomok adalah daging babi yang dimasak dengan Darahnya dan rempah-rempah lainnya seperti kunyit, kemiri, Tuba (andaliman), santan dan bumbu-bumbu lainnya. Sepintas lomok-lomok mirip sanksang tetapi sanksang tidak memakai darah dalam campuran masakannya. bagi anda yang berminat untuk mencicip lomok-lomok ini, biasanya Rumah Makan Karo menyediakan masakan ini. Berminat untuk membuatnya??? jika berminat silahkan mencobanya

Bahan-bahan yang diperlukan
  Bahan Utama
- Daging Babi ( Jika ditambahkan dengan lemaknya maka akan lebih bagus)
- Darah Babi ( Disesuaikan dengan daging babinya)
- Tulang Rusuk Babi

Bumbu dan pelengkapnya (digiling hingga halus)
- Cabe Merah (sesuaikan dengan selera)
- Cabe Rawit  (Sesuaikan dengan selera)
- bawang Merah
- Bawang Putih
- Tuba / Andaliman
-Kemiri

Pelengkap
- Serai
- Asam Patikala
- Daun Jeruk
- Garam secukupnya
- Santan kelapa

Cara mebuatnya:
 - Tumis daging babi tersebut hingga setengah masak
 - Kemudian masukan bumbu-bumbu yang dihaluskan
 - Kemudian masukan Serai, asam patikala, dan daun jeruk
 -  Masukan Santan, diaduk hingga mendidih
 - setelah mendidih masukan darah tersebut kemudian aduk hingga matang

Thursday, January 19, 2012

Trites dan cara Membuatnya

Trites adalah makanan khas Karo yang mungkin tidak ada suku di dunia ini yang mempunyai cirri khas seperti ini. Trites terbuat dari bahan pokok utama makanan lembu/kerbau yang masih ada di lambung (usus besar) sudah dihaluskan kembali oleh kerbau/lembu tetapi belum dihisap sarinya. Jadi ketika lembu/kerbau dipotong bahan dari dalam usus tersebut dipisahkan di dalam wadah yang lain. Nampaknya makanan ini menjijikan tetapi sungguh lezat dan menurut tradisi karo makanan berkhasiat mengobati sakit perut.



Bahan-bahan:
  1. Bahan trites 2 kg
  2. Usus/cincang lembu ½ kg
  3. Kelapa 2 butir
  4. Daun jeruk purut 5 lembar
  5. Serai 3 biji
  6. Cabe secukupnya (menurut selera)
  7. Bawang Putih 6 siung
  8. Bawang Merah 6 siung
  9. Kunyit 1 butir (agak besar)
  10. Asam Patikala 15 buah (as arias)
  11. Garam secukupnya
Cara membuat:
Bahan trites ditambah air 1 gelas, lalu diperas, ampasnya disisihkan airnya ini yang akan dipakai; baru ampas yang sudah disisihkan tadi taruh kembali air lalu diperas kedua kalinya, lalu ampas bisa dibuang. Air perasan tadi disaring dengan kain kasa yang bersih dan selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah untuk memasak (di Karo biasa dibuat periuk tanah) lalu dimasak di api yang tidak terlalu menyala sambil dimasukkan cincang/usus lembu. Masukkan bumbu-bumbu: daun jeruk, serai dan sedikt garam. Biarkan masakan mendidih, setelah mendidih bersihkan buih yang timbul sampai nanti tidak berbuih lagi.
Setelah daging usus/cincang lembek, masukkan asam (dipukul saja), haluskan kunyit, bawang putih, bawang merah, cabe lalu dimasukkan. Biarkan beberapa saat, sambil memarut kelapa dan diperas; ingat perasan kelapa jangan terlampau banyak air. Lalu santan dimasukkan tunggu beberapa saat dan rasain garamnya. Proses memasak terites ini memakan waktu yang cukup lama. Aromanya akan merangsang selera makan kita. Selamat mencoba!

[Rekomendasi] Mikie Holiday



Bingung liburan kemana? Tempat yang seru pelayanan luarbiasa, trus murah? Tidak kalah dengan DUFAN, cuma bedanya ini ada di kota kita sendiri, Sumatera Utara.

Mickey holiday adalah hotel yang memiliki fasilitas theme park di dalamnya. Hotel ini biasanya banyak dikunjungi oleh orang -orang yang tinggal di sekitar wilayah Brastagi. Medan contohnya, biasanya pada hari libur banyak orang yang berasal dari Medan berwisata di Brastagi dan menginap di hotel ini. Mickey holiday juga mengadakan acara untuk merayakan beberapa event, seperti tahun baru. Tiap tahun Mickey holiday menyelenggarakan acara untuk menyambut tahun baru dengan mempertunjukkan kembang api.


Hotel Mikie Holiday berlokasi di pertengahan antara Medan dan Berastagi dengan pemandangan alam yang sangat menawan. Daerah mendekati Berastagi merupakan sebuah tempat liburan yang demikian menarik karena pemandangan alam dan temperaturnya yang nyaman. Daerah Berastagi adalah daerah pegunungan yang cukup tinggi dengan berbagai perkebunan dan tanaman pegunungan yang merupakan rumah dari suku Batak, khususnya Batak Mandailing. Arsitektur tradisional rumah Batak ini mirip dengan rumah Minangkabau dan Toraja, hanya saja atap mereka tidak begitu lancip. Di daerah ini juga terdapat air terjun yang cukup besar dan telah menjadi obyek wisata bagi wisatawan domestik maupun asing.


      Hotel Mikie Holiday menawarkan rekreasi dalam dan luar ruangan, fasilitas games untuk anak dan dewasa, termasuk go-kart, bumper boat, flying fox, sky rider, hello kiddies, Buzz Coaster, video arcade, bumper cars, fun 'n jump, twister dan lainnya. Restoran Azalea menghidangkan masakan Kontinental. Asia, dan Indonesia. Passion karaoke, gossip corner, permainan di kolam, dan mesin slot. Restoran ini menyajikan spaghetti, hotdog, club sandwich, burger, French fries, tortillas, fresh juice, soft drinks, mocktail, hot beverage. Dome Cafe lokasinya di Funland restoran dengan berjalan di sebelah sisi terbuka yang menyajikan masakan khusus Jepang seperti tepanyaki campur, ramen pedes, torikatusu dan berbagai masakan asli Jepang. Hot Spot yang menyajikan berbagai masakan favorite Indonesia. Park Café juga berlokasi di Funland menyajikan adonan Singapore dan desert Indonesia seperti es campur, dan sebagainya. Snack Terrace terletak di atas bukit menyajikan snak ringan dan es krim.
Mickey Holiday Resort & Hotel
Fasilitas ; Go-Kart, Bumper Boat, Flying Fox, Sky Rider, Hello Kiddies, Buzz Coaster, Video Arcade, Bumper Cars, Fun 'n Jump, Twister plus many more!

HOTEL
Jalan Raya Medan Berastagi
North Sumatra
Indonesia
Phone: +62-628-91650 / 91651
Fax: +62-628-91652

TICKET SALES & INFORMATION
MIKIE SALES OFFICE
Kompleks Multatuli Indah Blok C 30 - 31
Medan 20151 , Indonesia
Phone : +62 61 4539957
Email : reservations@mikieholiday.com


Simalem Resort, Resort Terbaik di Sumatera Utara




Mengisi hari libur dengan jalan-jalan sepertinya sudah mulai menjadi agenda tetap kami karena sayang sekali jika sudah tinggal di suatu tempat tidak disempatkan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di sekitar kota. Suatu hari Sabtu sore, selesai aku lembur di kantor, kami memulai perjalanan yang sebelumnya tidak ditetapkan akan kemana, namun kami ingin ke arah Brastagi. Perjalanan dibuat sesantai dan senyaman mungkin, tidak buru-buru. Sesampainya di Brastagi sudah lepas maghrib, jalanan sudah gelap. Akhirnya kami sepakat untuk meneruskan perjalanan ke Taman Simalem Resort dengan asumsi akan menginap di hotel kecil sekitar lokasi tujuan.

Kami melanjutkan perjalanan hingga lepas Kabanjahe, dan ternyata kondisi jalan banyak yang rusak, bahkan ada beberapa titik yang sangat parah. Apalagi saat itu sedang musim hujan. Terpaksa jalan pelan-pelan hingga sampai di Merek. Dari sana kami mencoba mulai mencari penginapan, namun tidak kami temukan. Perjalanan lanjut hingga 8 km arah Sidikalang, akhirnya kami sampai juga ke Taman Simalem Resort. Namun sayang, pintu masuk sudah ditutup. Akhirnya kami mencari tempat untuk memarkir mobil dengan nyaman untuk menginap dalam mobil malam itu. Puji syukur ada, di dekat restoran yang menyediakan fasilitas umum seperti kamar mandi. Malam itu udara sangat dingin, untung perlengkapan tidur cukup banyak kami bawa termasuk selimut dan jaket. Pagi-pagi kami tidak mau kehilangan moment indah terlalu lama, sehingga langsung menuju lokasi kembali. Menurut info penjaga pintu masuk semalam, mereka akan buka jam 6 pagi.  Tiket masuk dihitung per kendaraan. Untuk 1 mobil Rp200.000,00.
Taman Simalem Resort yang menyebut dirinya Pearl of Lake Toba ini merupakan tempat wisata pemandangan alam yang menawarkan view Danau Toba dari arah utara. Dibangun dengan konsep tempat wisata yang lengkap, karena selain melihat indahnya Danau Toba, bangunan-bangunan dan semua fasilitas dibangun dengan cita rasa arsitektur yang sangat tinggi alias sangat cantik. Beberapa fasilitas yang bisa didapatkan disana adalah penginapan di dalam hutan, hiking track, resto, tempat outbond, kebun markisa, berkuda, ruangan terbuka untuk suatu acara pertunjukan, mini golf, gazebo di tepi sungai, dan masih banyak lagi. Tidak terasa memang menghabiskan waktu seharian disana.

bagi yang berminat, Ini Petanya :D

Air Terjun Sipiso-piso

     Merencanakan jalan-jalan ke Medan, Sumatera Utara? Air Terjun  Sipiso-piso wajib menjadi salah satu tujuannya. Mengapa? Biar saya cerita dulu ya tentang objek wisata yang satu ini. Air Terjun Sipiso-piso letaknya tak jauh dari Desa Tongging di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Letaknya di kawasan dataran rendah, dan Air Terjun Sipiso-piso berada di atas bukit, sehingga air yang mengalir tingginya bisa mencapai 800 mdpl. Bukit yang mengelilingi Air Terjun Sipiso-piso sangatlah hijau dan sejuk, dan tanaman yang paling banyak adalah pohon pinus.

     Air Terjun Sipiso-piso berasal dari kata piso (atau pisau dalam Bahasa Indonesia). Itu dikarenakan debit air yang tinggi yang mengalir dari atas bukit, sehingga tampak berbilah (mirip pisau yang tajam). Objek wisata Air Terjun Sipiso-piso dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Untuk menuju Air Terjun Sipiso-piso, dibutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam dari Kota Medan. Lokasinya, hanya sekitar 20 kilometer dari Kabanjahe, ibukota Kabupaten Tanah Karo. Moda transportasipun tidaklah sulit. Anda bisa menggunakan transportasi umum dari terminal Medan menuju Kabanjahe, atau menyewa kendaraan bermotor. Tak hanya wisatawan domestik, wisatawan asingpun banyak yang mengunjungi Air Terjun Sipiso-piso, seperti dari Belanda, Malaysia dan Perancis.

Selain Desa Tongging di mana Air Terjun Sipiso-piso berada, desa sebelahnya, Desa Tao Silalahi pun juga bisa Anda kunjungi dan sangat menarik. Pemandangan Tanah Karo dari atas bukit dapat Anda nikmati dari ketinggian melalui Gardu Pandang. Dan Danau Toba, danau vulkanik yang paling besar di dunia-pun dapat terlihat dari sini. Dan seperti air terjun pada umumnya, untuk bisa menikmati tetesan airnya, Anda perlu menuruni beberapa anak tangga sehingga sampai di bagian bawah air terjun. Hati-hati dengan kondisi yang basah dan licin jika hujan.
Air Terjun Sipiso-piso akan mengalir menuju Danau Toba. Dengan ketinggian 120 meter dari atas ketinggian, suara tetesan air terdengar keras sampai di bawah bukit. Pemandangan alam sekitarnya juga sangat menakjubkan. Selesai berwisata di Air Terjun Sipiso-piso, jika Anda membutuhkan penginapan, Anda bisa menginap di Desa Tongging, atau bisa juga di pusat Kota Kabanjahe.

Wednesday, January 18, 2012

Gua Liang Dahar

Gua Liang Dahar adalah sebuah goa yang terletak di Desa Laubuluh Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo, Goa ini memiliki kedalaman sekita 200 meter di bawah tanah dan tempat ini tergolong unik karena merupakan sebuah Goa yang menakjubkan.

Di dalamnya terdapat banyak kelelawat hitam dan tidak terlalu besar, dan kelelawar ini kadang ditangkap oleh penduduk setempat untuk dijadikan bahan makanan,Gua Liang Dahar mempunyai 3 ruang besar dengan ukuran masing–masing 500 m², 400 m² dan 300 m², serta ruang ukuran kecil lainya.

Di dalam gua terdapat mata air yang mengalir melalui terowongan kecil ke Desa Bekerah dan diatas dinding gua terdapat sarang burung layang–layang dan kalong. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 40 Km, sampai ke Desa Lau Buluh dapat menggunakan kenderaan pribadi maupun kendaraan umum dan selanjutnya berjalan kaki lebih kurang 30 menit.

Gundaling, "puncaknya Orang Medan"



SIBAYAK dan Sinabung bukanlah gunung utama di pulau Sumatera. Dibanding Kerinci atau Leuser popularitasnya masih berada beberapa tingkat di bawahnya. Namun, gunung-gunung kecil yang terletak di 


Kabupaten Karo, Sumatera Utara itu bukan sama sekali tak punya sisi kemenarikan. Sibayak dan Sinabung bahkan telah menjadi semacam ikon pariwisata Tanah Karo Simalem.
Memandang Sibayak dari kejauhan, kita seperti tengah memandang lanskap Jepang atau negeri-negeri Eropa. Puncaknya yang bersemburat warna keputih-putihan itu, sepintas seperti tumpukan salju. Padahal itu cuma leleran material vulkanik yang keluar dari lubang kepundan. Tak hanya itu, lanskap masih dimanjakan oleh deretan pohon pinus serta hawa sejuk pegunungan.
Pada perjalanan dari kota Berastagi menuju Gundaling Hill, salah satu objek wisata di Dataran Tinggi Karo, beberapa waktu lalu, kami menyempatkan diri berhenti di sebuah punggungan bukit. Dari sana, Sibayak yang berketinggian 2.094 meter di atas permukaan laut (dpl) itu terlihat anggun. Meski tak terlampau agung, tapi cukup membuat kagum.
Andai ada kepulan asap dari kepundannya, tentu keindahan Sibayak jadi makin sempurna. Tak ingin melewatkan kesempatan, kami segera mengarahkan lensa kamera ke arahnya, dengan latar depan reranting dan dedaunan cemara.
Sibayak dalam bahasa Karo berarti ‘’raja'’. Konon pada masa lalu, Tanah Karo diperintah oleh lima orang Raja, yakni Sibayak Lingga, Sarinembah, Suka, Barusjahe dan Kutabuluh. Nah, Gunung Sibayak merupakan representasi dari kekuasaan mereka.




Kalau saja, saat itu punya cukup waktu, kami ingin sekali mendakinya. Dari cerita yang kami dengar, alam Sibayak amat kaya dan memesona. Sungai-sungainya berair jernih, ekosistemnya masih cukup terjaga, sementara puncaknya senantiasa hangat oleh gelegak magma. Masih ada lagi kemenarikan yang lain, yakni keindahan panorama yang terhampar di sepanjang jalur pendakian, dari kaki gunung hingga Takal Kuda (puncak tertinggi Gunung Sibayak). Karena amat terburu-buru, dengan terpaksa kami cuma bisa membayangkan saja: berada di Takal Kuda, menikmati kerlip bintang di hari malam, mengagumi matahari terbit di kaki langit, atau memandang Bukit Barisan yang membentang panjang dari utara ke selatan.
Perjalanan kami lanjutkan, melalui jalan aspal yang berkelok-kelok dan naik-turun bagaikan ular. Tak terlampau lebar memang, tapi relatif bagus dan mulus. Yang menarik, jalan dari Berastagi menuju Gundaling Hill itu dibuat satu arah, hingga kami tak perlu mengkhawatirkan datangnya kendaraan dari arah berlawanan. Selain Gunung Sibayak, banyak panorama menarik yang terlihat di sepanjang perjalanan yang memakan waktu sekitar 30 menit itu. Di sebelah barat ada Gunung Sinabung, sedangkan di arah timur tegak berdiri Gunung Baros menaungi kota Berastagi.

Tenang
Sesuai namanya, Gundaling Hill adalah bukit berketinggian 1.575 meter dpl. Suasananya tenang, karena jauh dari keramaian. Warga Kota Medan dan sekitarnya kerap menggunakan kawasan ini untuk tetirah di akhir pekan atau saat musim liburan. Di situ, pengunjung dapat berjalan-jalan mengelilingi taman yang dirindangi aneka pepohonan: pinus merkusii, Toona surei, durian, dadap, rambutan, pulai, hingga aren dan Rotan. Kalau beruntung, kita dapat melihat beberapa jenis hewan seperti monyet, rusa, elang, atau babi hutan. Kalau malas berjalan kaki untuk berkeliling lokasi, tersedia angkutan berupa kuda. Tarifnya lumayan mahal. Rp 100.000 tiap jam. Tapi untuk tujuan yang berjarak pasti, bisa dinegosiasi.


Lantaran bukan hari libur, suasana Gundaling Hill hari itu relatif sepi. Warung-warung makan dan hanyabeberapa kios suvenir yang buka. Tidak mengapa, justru dalam suasana seperti itu kami dapat menikmati keindahan alam secara leluasa. Dari sebuah tempat di situ, kami bisa memandang kembali Gunung Sibayak, Gunung Sinabung dan beberapa gunung kecil lain yang seperti bermunculan di dataran mahaluas. Elok dan menggetarkan.
Perempuan petani Berastagi

Tuesday, January 17, 2012

Danau Lau Kawar, Tenang dan Indah



Danau Lau Kawar di dataran Kabupaten Karo, Sumatera Utara dulu merupakan salah satu obyek wisata yang cukup tersohor, meski  belakangan nama danau itu nyaris tidak terdengar. 
    
Obyek wisata danau di dataran tinggi Karo di kawasan Gunung Bukit Barisan itu masuk wilayah Kecamatan Naman Teran. Perjalanan menuju Tanah Karo yang banyak menyimpan potensi wisata itu cukup menyenangkan dengan pepohonan di kiri-kanan badan jalan. Atau, jurang ditumbuhi rerimbunan pohon. 
  
Pastinya, hijau rerimbunan pepohonan dari hutan tropis itu tak pernah membosankan saat dipandang dan terlihat oleh mata kita dari balik jendela mobil, atau kaca depan penutup kepala (helm) jika mengendarai sepedamotor. 
  
Udara segar dari hawa sejuk, terlebih ketika kabut tipis menyelimuti kawasan yang dilalui itu, semakin menambah kenyamanan serta ketenangan suasana perjalanan. Apalagi di hari biasa (bukan libur) tidak begitu ramai kendaraan lalu-lalang.
   


Perjalanan dari Ibukota Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan, melintasi wilayah Kabupaten Deliserdang selama kurang lebih dua jam menjadi tidak terasa, apalagi sempat mampir di perbatasan Deliserdang – Tanah Karo, di Penatapan menikmati jagung rebus atau jagung bakarnya.
  
Di persimpangan Tugu Perjuangan Kota Berastagi, kita berbelok ke kanan menuju Kecamatan Simpang Empat. Wisatawan diberi pemandangan alam pedesaan diselingi seliweran angkutan tradisional jenis Sado (Andong), atau kerbau yang ditunggangi bocah-bocah.
  
Beberapa tahun silam infrastruktur jalan menuju Danau Lau Kawar (Naman Teran) kurang baik, namun kini ternyata telah mulus. Kondisi jalan provinsi Kabanjahe – Kuta Rakyat ini menyingkat waktu perjalanan untuk tiba di tepi Danau Lau Kawar  yang konon ada legendanya tentang anak durhaka. 

Pesona    

Danau seluas kurang lebih 200 hektare ini terletak di Desa Gugung, di kaki Gunung Sibayak. Lau Kawar ini pun merupakan salah satu dari dua danau di kawasan ekosistem Leuser.
  
Seperti umumnya danau, tetap memberikan pesona alam luar biasa ketika dipandang. Apalagi Lau Kawar merupakan pintu gerbang utama bagi para pendaki gunung untuk mencapai puncak Sinabung yang terletak 2.451 meter di atas permukaan laut.
  
Berdiri di tepi danau semakin terlihat dan terasa keindahan alamnya, alam Sumatera Utara. Di tengah marak dan gencarnya penebangan pohon, terutama pembalakan liar, ternyata kondisi huta di tepi Danau Lau Kawar masih terjaga.


Jelasnya, kini dataran di tepi danau pun sudah tertata dengan adanya jalan dan pagar bersisian dengan danau. Cuma agak sedikit disayangkan masih ada warga atau pengunjung yang menggunakan air danau untuk mencuci, padahal limbah kimia dari sabun dapat  mempengaruhi kualitas air danau, terlebih jika dipergunakan terus-menerus.
  
Pesona lain yang dijanjikan Danau Lau Kawar adalah pengunjung (wisatawan) bisa berkemah (camping) beberapa meter dari tepinya.
  
Memasang tenda untuk bermalam di tepi Danau Lau Kawar cukup menyenangkan. Selain itu, tenda-tenda (kemah) para pecinta alam pun menyuguhkan pemandangan yang khas pula.
  
Camping ground  terletak di depan danau dengan latar belakang Gunung Sinabung yang mempesona. Gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Utara itu pun sudah lama menjadi salah satu lokasi favorit bagi para pendaki/pecinta alam.
Biaya yang dikutip oleh pengelola camping ground relatif murah. Cuma Rp2500, dan para pecinta alam pun bisa mendirikan tenda untuk menginap seberapa lama yang mereka inginkan.  
    
 
Seperti biasa dan umumnya, pada setiap lokasi dan obyek wisata hadir warung-warung yang menyediakan makanan. Ada warung yang menghadap ke danau sehingga pengunjung bisa menyaksikan keindahan alam sambil menikmati makanan di warung. Termasuk, sensasi lain berupa aktivitas warga setempat di danau.
  
Aktivitas mereka tidak lain adalah mencari dan menangkap ikan dengan menggunakan sampan kecil yang sederhana. Pengunjung yang senang memancing ikan, pasti tak bosan menunggu umpan di mata kail disantap ikan. Ada lele, mas dan cencen khas Danau Lau Kawar. Sementara, deleng atau lancuk di sekitar danau ternyata bisa menjadi jalur treking yang sangat pas buat para pecinta olah raga hash. 

Labar (Cimpa Jagung), Kue Khas Karo

        Jong labar adalah makanan khas suku tradisional dari tanah Karo simalem sebuah daerah yang berhawa dingin dengan suhu kira-kira 16-17 celcius yang berada didataran tinggi karo. Jong dalam bahasa indonesia berarti "jagung". jong labar terbuat campuran tepung dan jagung yang ditumbuk halus yang diberi lada dan garam kemudian dibalut dengan daun pisang dan dikukus hingga matang.


Jong / Jaung = Jagung
Jong / Jaung Labar = Kue berbahan jagung yang dibungkus daun  dan di kukus
RESEP Jaung Labar / Jong Labar / Jagung Labar

Bahan :
1/2 Kg Jagung manis yang sudah di parut / diiris dari bongkolnya / jagung yang telah dihaluskan (jangan di blender)
1/4 Kg Kelapa Parut Setengah Tua (1 buah kelapa ukuran kecil yang telah diparut)
1/4 Kg Gula Merah / Gula Aren yang telah diiris-iris halus (manis sesuaikan dengan selera)
1/4 sendok Teh Garam
1/4 sendok Teh Lada Hitam  yang telah dihaluskan (boleh diberi-boleh tidak, sesuai selera, tetapi lebih lezat jika ditambahkan lada hitam)
Daun Pisang Untuk membungkus





Cara Membuat
Aduk semua bahan sampai merata
Sendokkan bahan ke Daun Pisang
Bungkus di daun pisang dengan bentuk persegi panjang dan kedua ujungnya dilipatkan
Kukus kurang lebih 30 Menit atau lebih sampai matang
Siap Disajikan
Hasil dari 1/2 Kg Jagung halus kurang lebih 25 sampai 30 bungkus
Silahkan dicoba, saya yakin rasanya sangat maknyussss dan ga nyesel dehhh
Tidak ada kata terlambat untuk belajar membuat kue, heheheeh  bahannya gampang, membuatnya gampang

Monday, January 16, 2012

Air Terjun Sikulikap ( Penatapan, kab. Karo)


Bila Anda jenuh, jalan-jalanlah ke Penatapan Berastagi. Di sana banyak yang bisa dinikmati, ada jagung rebus dan bakar yang enak. Kalau mau menikmati pemandangan alam nongkrong saja di warung Penatapan. Anda bisa melepaskan kejenuhan dengan menghirup udara pegunungan yang segar.

Lokasinya tidak jauh dari Pabrik Air Mineral Aqua, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo dan berada diperbatasan Kabupaten Karo dan Deli Serdang. Dari Medan, jaraknya sekitar 54 kilometer.

Bila tertantang menjelajahi alam, pilihlah lokasi strategi dengan pemandangan alamnnya yang tak bakal bisa dilupakan, Air Terjun Sikulikap.

Anda mungkin pernah mengunjungi obyek wisata ini, tapi tidak ada salahnya untuk kembali kesana karena pemandangan alamnya sangat menawan.

Setelah menjelajahi hutan sekitar setengah jam, air terjun Sikulikap terlihat. Airnya jernih dan segar. Irama airnya stabil, membawa sekian ribu liter air setiap menitnya. Bahkan saat kemarau pun debit airnya tak berhenti.

Berada di sekitar air terjun memberi sensasi tersendiri. Tiupan angin kerap membawa tempias air terjun menepis wajah. Dibawahnya, bebatuan besar tak jenuh menadah air. Alirannya menjadi anak sungai yang terus menghanyutkan air hingga menjadi sumber air minum yang dikelola perusahaan air minum. Air tejun Sikulikap tingginya sekitar 20 meter lebih.

Sumber air Sikulikap berasal dari Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bukit Barisan. Hutannya merupakan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) Taman Nasional Gunung Leuser.


Di sekitar Sikulikap, hanya irama air terjun menjadi musik pengiring. Selebihnya, ketenangan yang ada disana. Ada beberapa tempat duduk, termasuk yang persis di hadapan air terjun. Di sekeliling air terjun adalah hutan tropis lebat, dengan tonjolan dinding-dinding cadas pada beberapa tempat. Dan disekitarnya terlihat tebing batu yang tegak lurus. Sejumlah pemanjat tebing sering memanfaatkan batu cadas di samping air terjun. Sejumlah pasak-pasak besi pengait terlihat di tanam di permukaan tebing. Selain tingginya cukup lumayan, sekitar 30 meter, jalurnya cukup menantang.



 
Ini Videonya

 

Saturday, May 7, 2011

Panorama Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak Tempo dahulu

Gunung Sibayak

Gunung Sibayak
De vulkaan Sibajak, Karolanden, Sumatra`s Oostkust
Date : 1920-1925
Source : Tropenmuseum

Kawah di puncak Gunung Sibayak
Gezicht op het kratermeer Sibajak, Karolanden, Sumatra`s Oostkust
Date : 1920-1925
Source : Tropenmuseum

Sekelompok pendaki Gunung Sibayak
Groepsportret bij de beklimming en het bereiken van de top van de vulkaan Sibayak
Date : ca. 1920
Author : J.P. Romein (Fotograaf/photographer).
Source : Tropenmuseum 

Gunung Sinabung

Seorang Lelaki di Puncak Gunung
Een Batak man op een bergrand
Date :  1925
Author : K.J. (Karl Josef) John (Fotograaf/photographer).
Source : Tropenmuseum

Gunung Sinabung
De vulkaan Sinabung
Date : 1920-1925
Source : Tropenmuseum

 Kampung di Kaki Gunung Sinabung
Karo Batak dorp aan de voet van de vulkaan Sinabung
1910-1925
Source : Tropenmuseum

Gunung Sinabung
Gezicht op de vulkaan Sinabung
Date : 1920-1940
Source : Tropenmuseum

Di atas Gunung Sinabung
Een rotspartij van de Sinaboeng
Date : [N.B.]
Source : Tropenmuseum

Kawah di Gunung Sinabung
Het kratermeer van de vulkaan Sinaboen, Karolanden, Sumatra`s Oostkust
Date : 1920-1925
Source : Tropenmuseum